Jumat, 13 November 2015

Telaah Sistem Evaluasi


  Untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang sistem penilaian yang digunakan guru dalam implementasi Kurikulum 2006 ataupun Kurikulum 2013, kami melakukan pengamatan PMB dikelas, wawancara dengan guru kelas dan juga mengkaji instrumen penilaian yang kami pinjam dari guru kelas.
Pada SD Negeri Jomblang 02 masih memakai Kurikulum 2006, untuk kelas rendah menerapkan Kurikulum 2006 (KTSP Tematik) dan untuk kelas tinggi memakai Kurikulum 2006 (KTSP). Pada sistem telaah evaluasi kami mengambil sampel untuk kelas rendah dan kelas tinggi yaitu pada kelas rendah kami mengambil kelas 3 dengan tema Hiburan untuk mata pelajaran IPS dan pada kelas tinggi kami mengambil sampel kelas 6 untuk mata pelajaran Matematika.
1. Sistem Evaluasi pada Kelas 3
Sistem evaluasi SD Jomblang 02 kelas 3 adalah Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Teknik Penilaian, Bentuk Instrumen dan Contoh Instrumen. Standar Kompetensi Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama dilingkungan sekolah dan rumah. Kompetensi Dasar yaitu Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. Indikatornya meliputi Menjelaskan manfaat denah dalam kehidupan sehari-hari, Membuat denah SD Negeri Jomblang 02 dilengkapi dengan rencana penghijauan, Membuat denah rumah siswa dengan menentukan arah mata angin, Membaca denah rumah siswa dan SD Negeri Jomblang 02, Membuat peta dari rumah siswa ke SD Negeri Jomblang 02 dan Membaca peta dari rumah siswa ke SD Negeri Jomblang 02. Teknik Penilaian menggunakan Tes Lisan dan Tes Tertulis. Bentuk Instrumen penilaian berupa Uraian Isian. Dan Contoh Instrumennya sebagai berikut :
1. SD Negeri Jomblang 02 menghadap ke arah . . . .
2. Kantik terletah disebalah . . . Uks.
3. Ruang yang terletak paling utara adalah . . . .
4. Ruang kelas 3B terletak diarah . . . Dari koperasi.
5. Ruang perpustakaan terletak diarah . . . dari kelas 6A.
6. Ruang kamar mandi terletak disebelah . . . .
7. Ruang kelas 1A terletak disebelah . . . ruang guru.
8. Ruang kelas 6A disebelah . . . ruang kelas 6B.
9. Tiang benderaa menghadap kearah . . . .
10. Ruang dapur disebelah . . . ruang agama kristen.
Kriteria penilaian
1. Produk (hasil diskusi)
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1. 
Konsep
*semua benat
*sebagian besar benar
*sebagian kecil benar
*semua salah
4
3
2
1

2. Performasi 
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1. 
Kerjasama
*bekerjasama
*kadang-kadang
*tidak bekerjasama
4
2
1
2. 
Partisipasi 
*aktif berpartisipasi
*kadang-kadang aktif
*tidak aktif
4
2
1

2. Lembar penilaian
No.
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah 
Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.






2.






3.






4.






5.






6.






7.






8.






9.






10.







CATATAN
Nilai = ( jumlah skor : jumlah skor maksimal ) x 10

2. Sistem Evaluasi pada Kelas 6.
Sistem evaluasi SD Negeri Jomblang 02 kelas 6 adalah Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Teknik Penilaian, Bentuk Instrumen dan Contoh Instrumen. Standar Kompetensinya adalah Mengumpulkan dan mengolah data. Kompetensi Dasarnya adalah Mengumpulkan dan membaca data. Indikatornya yaitu Menentukan data dengan ukuran tertentu, terbesar dan terkecil dan menghitunh nilai rata-rata dan data yang paling banyak keluar. Teknik Penilaiannya menggunakan tugas individu. Bentuk instumennya berupa essay dan kinerja. Dan contoh instrumennya adalah Buatkan rata-rata, modus dan median dari hasil survei dan observasi kalian.
Kriteria penilaian
3. Produk (hasil diskusi)
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1. 
Konsep
*semua benat
*sebagian besar benar
*sebagian kecil benar
*semua salah
4
3
2
1

3. Performasi 
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1. 
Kerjasama
*bekerjasama
*kadang-kadang
*tidak bekerjasama
4
2
1
2. 
Partisipasi 
*aktif berpartisipasi
*kadang-kadang aktif
*tidak aktif
4
2
1

4. Lembar penilaian
No.
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah 
Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.






2.






3.






4.






5.






6.






7.






8.






9.






10.







CATATAN
Nilai = ( jumlah skor : jumlah skor maksimal ) x 10

Kamis, 12 November 2015

artikel musik bagi anak


Manfaat Musik bagi Kecerdasan Anak
Semua orang pasti pernah mendengarkan musik, termasuk orang yang tidak menyukai musik sekalipun. Pasti setidaknya mereka pernah mendengarkan musik walaupun cuma sepintas. Lalu apakah Anda termasuk orang yang suka mendengarkan musik? atau Anda termasuk kategori orang yang tidak suka dengan musik? 
Diluar Anda suka atau tidak suka dengan musik, musik memiliki banyak manfaat bagi Anda dan keluarga Anda, terutama bagi kecerdasan anak Anda. Jadi jika Anda dan keluarga bukanlah penikmat musik, maka tidak ada salahnya jika Anda mulai mendengarkan musik dari sekarang.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para Ahli dari seluruh dunia, mereka sepakat bahwa musik bermanfaat bagi kecerdasan anak. Jika Anda ingin meningkatkan kecerdasan anak Anda, mendengarkan musik adalah salah satu solusi yang bisa Anda lakukan. Tapi tidak semua jenis musik mampu Anda gunakan untuk meningkatkan kecerdasan anak Anda. Jenis musik seperti rock, pop, dangdut bukanlah jenis musik yang cocok untuk Anda gunakan dalam hal ini. Anda bisa menggunakan jenis musik klasik maupun musik beralunan lembut untuk membantu maksimalkan fungsi otak dan meningkatkan kecerdasan anak Anda. 
Berikut adalah manfaat musik bagi kecerdasan anak:
1. Meningkatkan kekuatan otak anak
Manfaat musik bagi kecerdasan anak yang pertama adalah meningkatkan kekuatan otak anak. Mendengarkan musik terbukti mampu merangsang bagian otak yang berhubungan dengan membaca, matematika dan perkembangan emosional anak.
2. Meningkatkan daya ingat
Mendengarkan musik membantu anak-anak dalam mengingat dan belajar lebih banyak. Sedangkan partisipasi anak dalam musik sejak usia dini mampu meningkatkan kemampuan belajar anak dan meningkatkan memori atau daya ingat mereka. 
3. Membantu perkembangan sosial anak
Mendengarkan musik terbukti mampu merangsang pertumbuhan otak kiri yang berhubungan dengan perkembangan bahasa. Dengan mendengarkan musik kemampuan bahasa anak akan meningkat dan berpengaruh pada perkembangan sosial anak.
4. Membangun kepercayaan diri
Mendengarkan musik ternyata juga mampu meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Dengan mendengarkan musik, anak akan tampil lebih percaya diri.
5. Meningkatkan kecerdasan spasial
Mendengarkan musik ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan spasial anak. Kecerdasan spasial berguna untuk pemecahan masalah seperti matematika, arsitektur, seni, teknik.
6. Meningkatkan IQ anak
Sebuah study yang dilakukan oleh E. Glenn Schellenberg di University of Toronto yang diterbitkan dalam Psychological Science, menemukan peningkatan IQ yang terjadi pada anak usia 6 tahun yang diberi pelajaran musik dan piano. 
7. Peningkatkan aktivitas otak
Musik terbukti mampu meningkatkan aktivitas otak. Berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Ellen Winner seorang profesor psikologi di Boston Collage dan profesor neurologi di Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School menemukan perubahan dalam gambar otak anak yang memiliki kebiasan bermusik sejka usia 15 bulan. Dalam studinya ia menjelaskan bahwa anak yang memiliki kebiasaan bermusik telah meningkatkan kemampuan motorik halus, pencitraan otak dan Perubahan pada jaringan otak yang berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan mereka. Selain itu, dari beberapa penelitian neuroscience menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam musik memiliki pertumbuhan aktivitas saraf yang lebih besardari pada orang yang tidak belajar musik.
8. Meningkatkan hasil belajar
Sebuah study yang diterbitkan oleh Christoper Johnson, profesor pendidikan musik dan terapi musik di University of Kansas, mengungkapkan bahwa anak-anak yang belajar tentang musik sejak usia sekolah dasar menunjukkan peningkatan 22% dalam bahasa inggris dan 20% dalam matematika.







Senin, 09 November 2015

Pengalaman Magang II
Sebelum aku mengikuti magang II aku tidak punya keinginan untuk menjadi seorang guru, bahkan saat pada semester 3 dan semester 4 aku sempat ingin keluar kuliah. Tapi aku pikirkan terlebih dulu karena sudah menempuh setengah perjalanan. Hingga akhirnya di semester 5 ini aku mendapat pelajaran sangat berharga pada mata kuliah Magang II, saat itu ada observasi 2 minggu di SD. Hari pertama masih malas untuk ke SD tetapi setelah merasakan masuk kelas melakukan observasi dan ikut mengajar siswa aku mulai tertarik menjadi seorang guru. Anak  SD itu menyenangkan, lucu, unik, seru pokoknya semuanya deh. Saat baru masuk SD saja anak-anak sudah banyak yang antri mau salaman, mereka menyambutku dengan baik begitu pula guru-gurunya. 2 minggu berlalu, waktunya penarikan oleh DPM, anak-anak dan guru-guru berkumpul dilapangan untuk melakukan acara perpisahan dengan kami, air mata pun tidak bisa ditahan dan aku menangis. Setelah Magang II aku menjadi terinspirasi dan ingin menjadi seorang guru, karena menjadi guru itu termasuk ibadah dan apabila dilakukan dengan iklas maka akan menyenangkan.

Jumat, 16 Oktober 2015


Video ini menceritakan tentang visi, misi dan tujuan Universitas PGRI Semarang, yang mendidik mahasiswa menjadi guru yang unggul dan berjati diri.